Tingkatkan Kualitas Demokrasi, UTU Teken MoU dengan KPU RI
  • UTU News
  • 17. 01. 2022
  • 0
  • 1477

MEULABOH - UTU | Universitas Teuku Umar (UTU) menandatangani nota kesepahaman bersama (memorandum of understanding/MoU) dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas demokrasi Indonesia.

UTU - KPU sepakat mengadakan kerjasama dalam bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Selain itu juga dalam bidang kegiatan Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, serta peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia dan Penguatan Institusi.

Rektor UTU, Prof. Dr. Jasman J. Ma'ruf, SE.,MBA mengatakan UTU memiliki kepedulian dan komitmen yang tinggi untuk meningkatkan kualitas demokrasi dan penyelengaraan ketatanegaraan. Prof Jasman menegaskan sebagai kampus sumber inspirasi dan referensi, UTU siap menyumbang ilmu dan kepakarannya untuk meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia.

"Kami harapkan melalui MoU ini akan ada pengkajian yang serius, sehingga akan muncul pola-pola pemilu yang semakin bagus dari waktu ke waktu," ujarnya dalam acara penandatangan MoU tersebut di kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol No. 29, Menteng-Jakarta, Senin (17/1/2021).

Menurut Prof Jasman, komitmen UTU dalam mendorong penguatan demokrasi di Indonesia dapat dibuktikan dengan keterlibatan civitas akademik di UTU yang turut serta berperan aktif dalam pesta demokrasi diberbagai tingkatan, baik Pilpres, Pileg, maupun Pilkada.

“Alhamdulillah, sekarang UTU dapat melaksanakan penandatangan naskah kerjasama dengan KPU RI" ujar rektor.

Dikatakan, ke depan, UTU siap kian masif untuk turut serta mendukung dan mengawal demokrasi, khususnya di Provinsi Aceh dalam berbagai hal.

Misalnya penelitian atau riset yang bertemakan politik dan demokrasi. Atau implementasi kegiatan dalam bentuk lainnya.

Dilanjut kemudian, giat diisi dengan sambutan dari Ketua KPU Ilham Saputra. Ilham menyampaikan bahwa kampus dapat diasosiasikan sebagai laboratorium sosial. Apa-apa yang terjadi di kampus merupakan interasi dari tiap-tiap manusia dengan ragam latar belakang.

Tentu dengan kondisi demikian, maka toleransi dan demokrasi niscaya diperlukan. Maka tidaklah suatu yang berlebihan, jika kampus dijadikan kawah candradimuka dalam mengasah demokrasi.

Diterangkan, praktik demokrasi harus dijaga kelestariannya demi mewujudkan masyarakat lebih demokratis.

Masyarakat mendapat porsi partisipasi lebih luas, serta adanya landasan kepastian hukum, mengedepankan nilai-nilai egalitarian, nilai keadilan, menghargai HAM, menghargai perbedaan  SARA dalam kesatuan bangsa.

“Menjunjung tinggi nilai-nilai religius dengan dilandasi pengamalan nilai-nilai Pancasila,”  tambahnya.

Terakhir, giat tersebut ditutup dengan penandatanganan naskah kerjasama dan sesi foto bersama.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut,  Wakil Rektor I UTU, R. Alfizar, DAA, Dekan FISIP, Basri, MH; Wakil Dekan 1 dan II FISIP, Dr. Afrizal Tjoetra, M.Si dan Phonna At-Thariq, SH., LLM.
Sementara dari KPU RI, turut pula dihadiri oleh Komisioner KPU lainnya serta Sekretaris jenderal l KPU, atau yg mewakili dan Deputi bidang dukungan teknis beserta para pejabat di Lingkungan KPU. (Aduwina Pakeh).

Komentar :

Lainnya :