EKSEPSI ke-3 Prodi Ilmu Hukum Bahas Keberlanjutan Pembangunan Perdamaian Positif di Aceh
  • Prodi Ilmu Hukum
  • 10. 06. 2021
  • 0
  • 493

Bekerjasama dengan KontraS Aceh, Prodi Ilmu Hukum Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Teuku Umar menyelenggarakan kegiatan Edukasi Seputar Regulasi (EKSEPSI) yang ke-3 (8/6). Kegiatan diskusi ini diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan bukan saja mahasiswa dari Prodi Ilmu Hukum, akan tetapi turut juga hadir mahasiswa dari kampus lain yang ada di Aceh, serta dihadiri juga oleh para praktisi hukum dan juga aktivis dalam isu hukum, HAM dan perdamaian dari Aceh, Jambi, Jakarta, dan Papua.

Pada EKSEPSI yang ke-3 ini bertindak sebagai moderator yakni Muhammad Ikhwan Adabi, S.H., M.H., kegiatan diskusi ini mengangkat tema "Keberlanjutan Pembangunan Perdamaian Positif di Aceh". Diskusi yang berlangsung daring ini menghadirkan dua narasumber ahli yaitu, Dr. Afrizal Tjoetra, M.Si (Dosen Prodi Sosiologi FISIP UTU) dan Hendra Saputra  (Koordinator KontraS Aceh).

Menurut Dr. Afrizal, penting untuk mengedepankan langkah-langkah persuasif dalam menyelesaikan permasalahan kedepannya  "Penyelesaian masalah yang berpotensi konflik, mestinya tetap mengedepankan musyawarah (Duk Pakat). Hal ini akan terdampak juga pada kualitas Perdamaian itu sendiri", jelasnya ketika menanggapi pertanyaan peserta forum.

Disisi lain, Hendra juga menambahkan bahwa Kejahatan HAM tidak boleh dipandang sederhana dalam melakukan proses penyelesaiannya, "Makanya kejahatan HAM itu tidak ada besar-kecil. Sebab kejahatan HAM itu tetap bernilai kejahatan yang merusak tatanan hak manusia pada dasarnya", tegasnya.

Oleh karena itu, menjadi pembelajaran bersama untuk menjaga keberlangsungan perdamaian di Aceh dan ikut serta dalam pembangunan kearah yang positif dalam rangka pemulihan sejak titik perdamaian tercapai.

 

Lainnya :